Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

4 Masalah Recording Vocal Dan Cara Mengatasinya

Dalam melakukan rekaman khusus recording vocal memang relatif lebih sulit daripada rekaman musik instrumen.

Beberapa masalah yang biasanya dihadapi dalam melakukan recording vocal adalah Noise, Plosive, Sibilance, dan Proximity Effect.

Akan tetapi masih ada beberapa cara untuk memaksimalkan hasil recording vocal. Berikut beberapa masalah recording vocal.


4 Masalah Recording Vocal Dan Cara Mengatasinya.

1. Noise
Bunyi yang konstan yang tidak diinginkan yang ikut terekam seperti bunyi AC, kipas, dan sebagainya.

Solusi :
- Lakukan rekaman pada tempat yang kedap suara.
- Atau bisa juga dengan trik menggantungkan 4 karpet tebal disekeliling penyanyi dalam bentuk persegi, sehingga penyanyi seolah-olah seperti terkurung dalam karpet tersebut.
- Matikan sumber suara yang dapat mengganggu prose rekaman, seperti misalnya matikan kipas.
- Bisa juga melakukan editing dengan menggunakan plugin ‘Noise Reduction’ setelah melakukan rekaman.

2. Plosive
Bunyi meledak-ledak yang terekam saat vocalis menyebutkan huruf P, B, D, atau T. Misalnya saat menyebut kata ‘pergi’, ‘bila’, ‘dia’, ‘tahu’ dan sebagainya.

Solusi :
- Gunakan Pop Shield diantara mic dan penyanyi (biasanya berbentuk bulat berkain sebagai filter)
- Jika belum memiliki Pop Shield, dapat menggunakan trik seperti berikut:

Posisi mulut jangan pas pada mic tapi sedikit agak ke atas. Jika menggunakan trik ini, input gain harus dinaikkan agar level yang terekam tetap bagus.

3. Sibilance
Huruf ‘S’ yang terdengar agak berlebihan. Kasus ini hanya ada pada beberapa karakter vocal penyanyi. Perhatikan dengan seksama apakah saat mengucapkan kata yang terdapat huruf ‘S’ terdengar tajam atau tidak.

Solusi :
- Setelah direkam, gunakan plugin ‘De-Esser’ saat proses editing untuk mengurangi ketajaman suara ‘S’.

4. Proximity Effect
Suara menjadi terlalu nge-bass saat posisi mulut dekat dengan mic. Semakin dekat posisi mulut dengan mic, semakin besar frekuensi bass yang akan terdengar.

Solusi :
- Cari posisi dimana kandungan frekuensi bass tidak berlebihan tapi juga tidak kurang dengan mengatur jarak mulut dengan mic.

Untuk memaksimalkan cara recording vocal di atas, gunakan soundcard berkualitas dan tipe mic sesuai kebutuhan. Soundcard yang dipilih sebaiknya jangan jenis soundcard untuk game atau home theater, tapi gunakan soundcard professional recording. Untuk tipe eksternal koneksi menggunakan firewire hasilnya lebih baik daripada menggunakan koneksi USB untuk saat ini, terkecuali di masa mendatang kecepatan transfer data koneksi USB sudah menawarkan yang lebih baik seperti USB3.
Sebaiknya gunakan microphone dan kabel yang berkualitas untuk meminimalisir noise yang dihasilkan saat melakukan recording vocal.

Rabu, 13 Agustus 2014

A-Z Istilah-istilah Dalam Musik

Istilah-istilah Musik
Dalam dunia musik banyak sekali istilah-istilah asing yang tidak kita ketahui. Untuk penggemar musik yang ingin memperluas pengetahuannya. Berikut daftar A-Z Istilah - Istilah Dalam Musik yang seringkali dijumpai di partitur-partitur musik. Istilah - istilah dalam musik kebanyakan berasal dari bahasa Italia, karena kebanyakan konvensi musik Eropa berasal dari Italia. Beberapa istilah dalam musik berasal dari bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, dan Latin.




A-Z Istilah-istilah Dalam Musik

A Tempo : Kembali ke tempo awal.
Absolute Pitch : Merupakan pendengaran yang dapat mengidentifikasi nada (Perfect Pitch).
Acapella : Merupakan musik vokal tanpa diiringi oleh instrument.
Accarezzevole : Ekspresif.
Accelerando : Merupakan tanda untuk mempercepat tempo.
Accent : Memberikan penekanan pada not.
Accentato : Dengan aksen; dengan tekanan.
Acceso: Dipantik, berapi.
Accidentals : Merupakan tanda-tanda untuk menaikan dan menurunkan nada.
Accompagnato :  Solis ditemani oleh iringan yang mengikuti kecepatan solis tersebut.
Accompaniment : Merupakan musik pengiring.
Ad Lib (Ad Libitium) : Pemain instrument memainkan instrument mereka secara bebas.
Adagietto : Dimainkan dengan agak pelan.
Adagio : Dimainkan dengan santai / pelan.
Adagissimo : Dimainkan dengan sangat pelan sekali.
Affannato / Affannoso : Dimainkan dengan penuh kepedihan.
Affettuoso / Affettuosamente / Affectueusement : Dimainkan dengan kasih (penuh emosi).
Affrettando : Dimainkan dengan terburu-buru, bergegas maju.
Al Fine : Sampai akhir.
Alla Breve : Dalam waktu yang terpotong, dua ketukan per birama atau ekuivalennya.
Alla Marcia : Dengan gaya baris-berbaris.
Allargando : Diperlebar, setiap kali semakin lambat.
Allegretto : Dimainkan dengan sedikit hidup & agak cepat.
Allegretto Vivace : Dimainkan dengan Tempo yang agak cepat.
Allegrissimo : Dimainkan dengan sangat cepat, namun lebih lambat dari presto.
Allegro : Dimainkan dengan riang, tetapi sering dipraktekan sebagai cepat & hidup.
Altissimo : Sangat tinggi.
Alto : Merupakan suara rendah wanita.
Alzate Sordini : Angkat atau singkirkan peredam suara.
Amoroso : Dengan cinta.
Anacrusis : Not yang mendahului birama pertama.
Analog : Merupakan alat elektronik yang tidak digital.
Andante : Kecepatan orang berjalan / tempo menengah.
Andantino : Sedikit lebih cepat dari Andante.
Animato : Hidup.
Apaisé : Tenang.
Appassionato : Dengan penuh semangat.
Arioso : Penuh dengan melodi.
Arpeggiato : Dimainkan dari nada terendah hingga nada tertinggi. Begitu juga sebaliknya.
Arpegio : Merupakan uraian nada-nada dari chord yang berurutan naik dan turun.
Atonality : Membalikan kunci atau tonal center.
Attacca : Pada akhir bagian, langsung mulai kebagian berikutnya, tanpa jeda atau berhenti.
Augmented : Merupakan interval yang di perlebar.
Ausdruck : Ekspresi.
Ausdrucksvoll : Dengan penuh eskpresi.
Avant-garde : Merupakan cara bermusik yang tidak konvensional.
Bacbeat : Merupakan latar belakang irama/ ritme yang stabil.
Ballad : Merupakan lagu yang berirama lambat seakan – akan bercerita.
Bar : Merupakan pengelompokan ketukan - ketukan dalam hitungan genap atau ganjil.
Bar Line : Merupakan garis vertical pemisah yang membatasi antar bar.
Baritone : Merupakan pertengahan suara antara tenor dan bass pada vokal pria / alat musik.
Bass : Merupakan suara terendah dari vokal pria atau nada terendah pada musik.
Beat : Ketukan teratur sebagai pedoman meter, ritme, dan tempo.
Bending Note : Merupakan nada yang meliuk (Ciri khas dari musik blues).
Birama : Merupakan ketukan yang berulang – ulang.
Brass Section : Merupakan kelompok pemain Brass, bagian dari band.
Bridge : Merupakan bagian transisi antara dua tema musik.
Brightly : Merupakan tanda Dimainkan dengan gembira.
Broken Chord : Merupakan Arpegio chord yang dimainkan secara tidak beraturan.
Cadence : Pergerakan melodi / harmoni yang menjadi konklusi sementara atau akhir.
Cadenza : Pemeragaan  kemahiran teknik improvisasi oleh solis pada bagian akhir musik.
Changes : Merupakan pergerakan chord.
Chord : Harmonisasi tiga nada atau lebih.
Chord Embellishment : Memperindah dengan menambah ornamentasi nada pada chord.
Chordal Tones : Merupakan nada-nada yang terdapat  di dalam  konstruksi chord.
Chromatic : Merupakan susunan / penggunaan melodic atau harmonik dari 12 nada.
Clef : Merupakan simbol yang menyatakan wilayah nada-nada pada stave.
Coda : Merupakan bagian penutup dari musik.
Common Time : Merupakan empat ketukan dalam satu bar.
Consanance : Merupakan gabungan beberapa nada yang terdengar harmonis.
Counterpoint : Merupakan alur dua rangkaian melodi atau lebih secara bersamaan.
Crescendo : Suara menjadi keras secara bertahap.
Da Capo ( DC ) : Merupakan  tanda yang menunjukan untuk memulai dari awal.
Decrescendo : Suara menjadi lembut secara bertahap.
Diatonic : Merupakan nada yang terdiri dari tujuh tangga nada.
Diction : Merupakan cara mengucapkan kata pada penyanyi.
Diminished : Interval diperpendek.
Dissonance : Merupakan bunyi yang membuat rasa galau pada pendengaran.
Dominant : Merupakan nada ke lima pada nada minor / major.
Double-stop : Dua nada di bunyikan serempak pada instrument string.
Downbeat : Merupakan ketukan pertama pada bar.
Dragging : Tempo yang menjadi lambat dari tempo yang seharusnya secara  tanpa disengaja.
Duet / Duo : Merupakan komposisi yang menampilkan dua pemain.
Duplet : Merupakan tiga ketuk dibagi dua dengan nilai tempo yang sama.
Dynamic : Berkenaan dengan volume dan kelembutan.
Encore (More) : Merupakan istilah meminta pemain untuk menambah lagi pergelarannya.
Enharmonics : Merupakan satu nada dengan nama yang berbeda.
Ensemble : Kelompok pemain.
Falsetto : Merupakan suara tinggi vokal yang tidak umum.
Fermata : Menahan nada / chord / rest.
Figured Bass : Merupakan pola / bagian dari bass.
Finale : Merupakan tema penutup.
Fine (Ending) : Merupakan akhir dari komposisi.
Fingerboard : Tangkai ber-senar untuk jari pada instrument ber-string.
Flat : Turun ½ nada.
Forte : Dimainkan secara keras.
Fortissimo : Dimainkan secara sangat keras.
Glissando (Gliss) : Memainkan nada pada piano dengan kecepatan tinggi.
Gracioco : Berekspresi dengan indah.
Grance Note : Merupakan ornament nada yang singkat dan tidak perlu hitungan khusus.
Groove : Merupakan penjiwaan dari tempo “laidback” yang konstan dan stabil.
Half-step : Merupakan jarak interval setengah nada.
Harmony : Tentang perpaduan bunyi yang selaras.
Head : Melodi  lagu.
Horn Section (Brass Section) : Merupakan kelompok pemain alat tiup pada band.
Interval : Merupakan jarak antara dua nada.
Inversion : Merupakan nada pada chord yang dipindahkan ke oktaf atas atau bawah.
Jam Session : Bermain musik dalam kelompok secara informal/ tidak resmi.
Key Signature : Merupakan tanda accidentals dipermulaan stave, untuk menentukan kunci.
Laidback : Bermain sedikit diperlambat.
Largo : Dengan sangat lambat sekali.
Leading Tone : Merupakan nada ketujuh  pada nada diatonic.
Ledger Line : Merupakan garis tambahan pada partitur, bisa diatas atau dibawah stave.
Legato (Slur) : Nada-nada yang dimainkan bersambung dengan tanda garis lengkung.
Lento : Dimainkan dengan pelan dan berhubungan.
Licks : Phrasing singkat atau klise phrasing yang dapat diidentifikasikan.
Maestoso : Berekspresi dengan khidmat.
Markato : Berekspresi dengan tekanan
Measure : Merupakan hitungan pada sekelompok ketukan.
Mediant : Merupakan nada ke tiga pada nada major atau minor.
Melody : Merupakan rangkaian nada – nada yang tinggi rendahnya teratur.
Metronome : Merupakan alat yang membunyikan jumlah ketukan per-menit.
Mezza De Voice : Suara menjadi keras lalu menjadi lembut kembali.
Mezzo Forte : Dimainkan secara agak keras.
Microtone : Merupakan jarak lebih kecil dari setengah nada (Half Step).
Moderato : Dimainkan dengan kecepatan sedang.
Modulation : Merupakan perubahan kunci.
Motif : Merupakan melodi singkat yang sangat khas.
Natural : Kembali ke asal / semula.
Non-chordal Tones : Merupakan nada-nada yang terletak di luar nada diatonic.
Note : Merupakan simbol tertulis untuk nada.
Octave : Merupakan interval ke delapan dari nada diatonic.
Overtone (Nada Harmonik) : Merupakan nada tambahan yang terdapat diatas sebuah nada.
Overtone Series : Merupakan serangkaian nada-nada overtone.
Part : Merupakan bagian dari komposisi musik atau bagian dari sebuah instrument tertentu.
Pedal Point : Merupakan nada bass yang ditahan, harmoni berubah untuk menciptakan tensi.
Pentatonic : Merupakan nada yang terdiri dari lima tangga nada.
Phrase : Merupakan melodi singkat yang terbentuk dari beberapa motif.
Pitch : Merupakan tinggi rendahnya nada atau suara.
Polce : Berekspresi dengan manis.
Presto : Lebih cepat dari Allegro.
Quarduplet : Merupakan ketukan yang di bagi empat ketuk.
Quartet : Merupakan kelompok empat pemain.
Quintet : Merupakan kelompok lima pemain.
Quintuplet : Merupakan ketukan yang dibagi dengan lima ketuk.
Real Book : Merupakan buku kumpulan lagu-lagu standart.
Refrain : Merupakan bagian dari komposisi lagu yang di ulang beberapa kali.
Resolution : Merupakan pergerakan dari chord dissonance ke consonance.
Rest : Merupakan tanda istirahat, semua instrument musik tidak di mainkan.
Rhythm : Berhubungan dengan ketukan tempo, ketukan yang menyatakan penjiwaan lagu.
Rhythm Sections : Merupakan kelompok instrument yang merupakan bagian dari band. .
Riff : Merupakan phrasing pendek yang di ulang-ulang.
Ritardando : Merupakan kecepatan yang diperlambat secara bertahap.
Root : Merupakan nada dasar chord.
Rubato : Merupakan teknik memainkan melodi tanpa mematuhi nilai nada-nada.
Rushing : Merupakan tempo permainan yang terburu-buru dan mendahului.
Scat-singing : Vokal dengan menggunakan kata-kata yang tidak bermakna.
Score : Notasi musik yang memainkan aransemen musik secara keseluruhan (full score).
Semi-tone (Mikro Tone) : Merupakan frekuensi diantara interval half step.
Septet : Merupakan kelompok tujuh pemain.
Septuplet : Merupakan ketukan yang dibagi tujuh ketuk.
Sextuplet : Merupakan ketukan yang dibagi enam ketuk.
Sharp : Merupakan tanda untuk naik ½ nada.
Shuffle : Merupakan gabungan irama rock dengan swing.
Slide (Bending Note) : Merupakan nada yang dibelokan atau bergeser.
Slowly : Dimainkan dengan kecepatan lambat.
Solo : Merupakan komposisi untuk seorang pemain, sendiri atau diiringi.
Soprano : Merupakan vokal wanita atau sebutan bagi alat musik dengan wilayah tinggi.
Staccato : Nada pendek terputus, kebalikan dari Legato.
Standard : Merupakan jenis lagu-lagu yang terpopuler di kalangan musik Jazz.
Stave : Merupakan 5 garis pararel pada partitur.
Step & Half : Merupakan jarak interval satu-setengah nada.
Subdominant : Merupakan nada keempat pada nada diatonic.
Submediant : Merupakan nada keenam pada nada diatonic.
Supertonic : Merupakan nada kedua pada nada diatonic.
Suspension : Merupakan non-chordal tone yang ditahan dari nada sebelumnya.
Syncopation : Irama dengan tanda ber-aksen kuat  dinada yang semestinya ber-aksen lemah.
Tempo : Kecepatan ketukan.
Tenor : Merupakan suara tertinggi pada vokal pria.
Tetrachord : Merupakan hubungan / urutan empat nada konsekutif (tersusun) dari dua nada.
Timbre : Merupakan kualitas atau warna suara / nada.
Time Signature : Merupakan bilangan pecahan pada permulaan stave.
Tonality : Menyatakan bunyi atau warna suara.
Tone : Bunyi nada.
Tonging : Menrupakan pengaturan posisi lidah pada alat musik tiup.
Tonic : Merupakan nada dasar dari komposisi musik atau nada pertama.
Touch : Merupakan gaya sentuh pemain, khususnya untuk keyboard / instrument ber-senar.
Trade Four : Merupakan improvisasi bergantian, drums dan instrument lain ditiap empat bar.
Transcription : Merupakan musik yang tertulis atau disebut juga sheet musik.
Transposition : Menulis kembali atau memainkan musik dengan mengubah tingkat nadanya.
Tremolo : Merupakan teknik memainkan perulangan nada dengan sangat cepat.
Triad : Merupakan chord dengan tiga nada.
Trill : Merupakan perulangan cepat sebuah nada diselingi dengan nada terdekat diatasnya.
Trio : Merupakan kelompok yang terdiri dari tiga pemain.
Triple Time : Merupakan pembagian tempo ke dalam tiga ketukan.
Triplet : Merupakan 1 ketuk / ketukan genap yang dibagi tiga dengan nilai yang sama rata.
Tune : Lagu / melodi yang terdengar harmonis atau selaras.
Tuner : Merupakan alat untuk menyelaraskan nada.
Tunning Fork (Garpu Tala) : Merupakan alat berbentuk huruf ‘U’ untuk menala nada.
Tuplet : Merupakan pembagian ketukan.
Tutti : Semua pemain memainkan hal yang sama.
Unisono : Merupakan nada yang sama dimainkan oleh dua pemain atau lebih.
Up Beat : Merupakan ketukan yang berada di atas hitungan atau gerak tangan dirigen ke atas.
Upright Piano : Merupakan jenis piano dengan senar-senar terentangkan berdiri tegak.
Vibrato : Merupakan nada yang bergetar/ teknik menggetarkan nada.
Waltz : Ketukan tiga perempat.
Whole Step (Whole Tone) : Merupakan Jarak interval satu nada.
Yodel : Merupakan teknik menyanyi diselingi suara falsetto (ciri musik country western).
Zählzeit : Ketukan.
Zartheit : Dengan penuh kelembutan.
Zärtlich : Dengan lembut.
Zeitmass : Penghitung waktu / tempo.
Zelosamente : Dengan penuh semangat.
Zeloso : Dengan semangat.
Zitternd : Bergetar.

Senin, 11 Agustus 2014

20 Teknik Bermain Gitar

Teknik Gitar
20 Teknik Bermain Gitar baik itu elektrik maupun akustik. Teori dan teknik bisa dibilang penting atau tidak penting. Karena terkadang gitaris sukses pun berasal dari feeling dan insting yang digunakan dalam memainkan gitar.

Teknik dibutuhkan sebagai wacana untuk memperluas pengetahuan dan bila praktek dilakukan akan lebih mahir juga dalam bermain gitar. Tapi alangkah baiknya kita mempelajari 20 Teknik Bermain Gitar ini. Apalagi jika ingin belajar membaca tabulatur gitar, istilah-istilah dalam teknik gitar ini akan sering kali muncul.

20 Teknik Bermain Gitar

1. Picking
Teknik dimana gitaris mengayunkan pick dari atas kebawah , dari bawah ke atas , atau petikan lainya yang menghasilkan suara yang berbeda , walaupun tetap pada titik yang sama.
- Down Stroke            : Petikan dari arah atas ke bawah
- Up Stroke                 : Petikan dari arah bawah ke atas
- Alternative Picking   : Petikan acak atau tidak teratur urutannya
- Sweep Picking         : Petikan sapuan dari atas kebawah atau sebaliknya
- Multing (Deep)         : Petikan yang diredam bunyinya dengan tangan kanan
- Feedback Picking    : Petikan yang memberi aksen melengking

2. Slur
Teknik slur ini di bagi menjadi 2 yaitu : Hammer-On (ascending slur) dan Pull-Off (descending slur).
- Hammer-On : Teknik dengan menggunakan 2 jari tangan kiri kemudian memetik senar gitar dengan cara mengetuk (hammer/palu) di not ke-2 yang lebih tinggi dengan menggunakan jari tangan kiri yang lain tanpa harus dipetik lagi.
- Pull-Off : Teknik dengan menggunakan 2 jari tangan kiri kemudian memetik senar gitar dengan cara mengetuk pull (mencongkel) di not ke-2 yang lebih tinggi dengan menggunakan jari tangan kiri yang lain tanpa harus dipetik lagi.sementara not Pertama masih berbunyi.

3. Legato
Legato merupakan teknik gabungan slur dari beberapa nada (biasanya dari nada tinggi ke rendah) yang dirangkai menjadi satu kesatuan dalam satu permainan.

4. Bending
Teknik ini pada dasarnya adalah meninggikan bunyi nada dengan cara di gerakan ke atas atau ke bawah dalam satu kolom dengan menggunakan jari.Ada 3 macam teknik Bending, yaitu:
 - Natural Bending
Senar ditekan dengan not yang dikehendaki, lalu jari tersebut digerakan keatas atau kebawah sehingga   bunyi yang dihasilkan lebih tinggi dari bunyi not semula. Untuk senar 1(E), 2(B) dan 3(G) bending dimainkan keatas, sedangkan senar 4(D), 5(A) dan 6(E) dimainkan ke bawah.
- Release Bending
Bending dilakukan terlebih dahulu sebelum dipetik sehingga belum menghasilkan suara, setelah senar digerakkan ke atas kemudian senar tersebut dipetik dan dikembalikan ke not asal tanpa dipetik kembali.
- Unision Bending
Senar yang lebih tinggi atau not yang lebih rendah dari 2 not, di-bending sampai memiliki not yang sama dengan not yang lebih tinggi dan dibunyikan secara bersamaan. 
    
5. Slide
Teknik menggeser jari yang menekan senar dengan not tertentu menuju ke not yang lain dengan arah maju atau mundur Ascending slide dan Descending slide.
- Ascending Slide
Slide dari fret rendah ke fret tinggi
- Descending Slide
Dari tinggi ke rendah

6. Harmonic
Teknik yang dilakukan untuk menghasilkan suara lebih tinggi dari not asal menggunakan teknik sentuhan jari.
- Left Hand Harmonic
Harmonik dengan tangan kiri pada senar dalam keadaan los atau tidak ditekan, bunyinya akan maksimal ketika digunakan pada fret-fret yang ada tanda atau titiknya.
- Right Hand Harmonic
Harmonik tangan kanan,dimana tangan kiri lebih dulu menekan nada yang akan di harmonik,Sama dengan left hand harmonic,tangan kanan disini juga tidak menekan senar, tetapi cukup menyentuh atau malah memukul senar saja.

7. Tapping
Teknik yang dimainkan tanpa menggunakan pick atau pemetik, melainkan dengan cara jari-jari kedua tangan berada di neck gitar, maka teknik tapping ini bisa juga disebut teknik Two Handed. Teknik tapping ini didasari oleh teknik slur yaitu Hammer-On dan Pull-Off yang dikombinasikan dengan Tap pada jari tangan kanan.

8. String Skipping
Teknik yang di mainkan dengan cara melewati (melangkahi) 1 senar atau skip senar.

9. Sweep Picking
Teknik yang di mainkan seperti gerakan mengusap (sweep), dan di gunakan untuk memainkan teknik yang di sebut Sweeping.

10. Arpegio
Teknik memetik senar degan cara memecah nada dari sebuah chord atau kunci gitar secara bergantian (teratur) . Paling sering di aplikasikan untuk Sweep Picking (Sweeping) tapi arpegio juga bisa di mainkan dengan teknik lain seperti String Skipping yang di sebut "String Skipping Arpegio". 

11. Ascending
Permainan bergerak dari nada rendah ke nada tinggi.

12. Descending
Kebalikan dari ascending, yaitu permainan bergerak dari nada tinggi ke nada rendah.

13. Barre
Satu jari yan menekan beberapa senar atau fret sekaligus.

14. Chicken picking / hybrid picking
Teknik petikan denga menggunakan pick dan jari. biasanya sering di pakai oleh musisi country.

15. Five not per string
Lima not tiap senar.

16. Passing note
Nada yang berfungsi sebagai penghubung.

17. Range
Rentang atau jangkauan nada.

18. VibratoVibrato berasal dari kata vibra yang mengartikan "getaran" .Tehnik membunyikan not dengan cara menekan kearah atas dan kebawah dalam tempo teratur sehingga menghasilkan nada berayun yang teratur, tehnik ini lebih ditempatkan pada not-not yang panjang.

19. Stretching
Gerakan membentangkan jari yang berdekatan sejauh mungkin.

20. Damp
Teknik membunyikan not dengan cara menahan nada yang akan keluar pada gitar. Nada yang dihasilkan tidak terlepas melainkan tertahan hingga menghasilkan bunyi yang tertekan. Pada aliran aliran musik jaman sekarang dap seringkali digabungkan dengan pelepasan chord sehingga menghasilkan harmonik yang unik.

Minggu, 10 Agustus 2014

Pencipta Canon In D Rock

Canon In D Rock sempat menjadi salah satu video terpopuler di situs video sharing Youtube beberapa waktu lalu. Adalah salah satu di antara 25 video yang paling sering dilihat di YouTube dan merupakan  video yang paling populer kelima dalam sejarah YouTube dengan lebih dari 73.000.000 penonton dan puncaknya, menjadi video keempat yang paling banyak dilihat, yaitu Canon In D Rock yang dimainkan oleh gitaris asal Korea Selatan yang bernama Lim Jeong-Hyun Alias Funtwo.

Siapakah Pencipta Canon In D Rock?
Untuk lebih jelas tentang Pencipta Canon In D Rock, yang meng-improv Canon In D Rock dan yang memainkanya hingga populer. Berikut sejarah Canon In D Rock.

Sebelum menjadi Canon In D Rock, lagu ini berjudul Canon In D Major.
Canon In D Major diciptakan oleh Johann Pachelbel (Lahir di Nürnberg, 1 September 1653 - meninggal 9 Maret 1706 pada umur 52 tahun)
Johann Pachelbel adalah seorang komponis Baroque berkebangsaan Jerman. Ia banyak menghasilkan musik keagamaan maupun sekuler, dan sumbangsihnya terhadap perkembangan choral prelude dan fugue menempatkannya sebagai salah satu komponis zaman Baroque pertengahan terpenting. Karyanya yang paling terkenal adalah canon in D, satu-satunya canon yang ia gubah. Selain itu, beberapa karya lainnya yang terkenal adalah Chaconne in F minor, Toccata in E minor untuk organ, dan Hexachordum Apollinis, sekelompok variasi keyboard.

Canon In D Major diubah menjadi Canon In D Rock oleh Jerry Chang
Jerry Chang (Lahir Taipei, Taiwan, 31 Agustus 1981)
Jerry Chang atau yang lebih populer dengan nama Jerry C merupakan sosok gitaris asia yang cukup mendunia berkat promosinya lewat teknologi internet. Namanya meroket setelah video Canon In D Rock yang ia rekam melalui webcam menjadi mega hits di situs video sharing, YouTube. Bahkan lagu Canon In D Rock aransemennya menjadi video terfavorit (yang paling banyak disaksikan) ke-6 sepanjang sejarah berdirinya YouTube meski yang masuk kategori tersebut adalah video yang dimainkan oleh gitaris amatir asal Korea Selatan yang bernama Jeong-Hyun Lim. Lagu Canon In D Rock sendiri merupakan hasil aransemen ulang dari versi asli Canon in D Major gubahan Johann Pachelbel menjadi versi rock a la Jerry.

Jerry mulai mempelajari gitar di usianya yang ke-17. Ia banyak terinspirasi oleh gitaris-gitaris seperti Goncalo Pereira, Yngwie Malmsteen, hingga gitaris senior Jepang, Tak Matsumoto. Tahun 2003 ia terpilih menjadi gitaris terbaik kompetisi Asian Beat. Namun namanya mulai menjadi pembicaraan di kalangan gitaris baru pada saat ia merilis video Canon In D Rock pada tahun 2005. Sejak saat itu ia mulai sering tampil di tv, dimuat di majalah Guitar World, hingga menjamurnya gitaris yang memainkan Canon In D Rock diberbagai situs video. Karya Jerry ini berhasil memberi referensi baru bagi gitaris-gitaris muda di dunia yang mulai menekuni gitar sebagaimana gitaris di era terdahulu yang wajib mempelajari karya Yngwie Malmsteen dengan Far Beyond The Sun-nya atau Steve Vai dengan For The Love of God-nya.

Lim Jeong-Hyun (lahir di Korea Selatan, 5 Juli 1984)
Lim Jeong-Hyun Alias Funtwo , juga dikenal dengan nickname online funtwo, adalah gitaris Korea Selatan yg dikenal melalui Canon In D Rock.sebelumnya ada orang yang mengaku sebagai aranser Canon In D Rock, yakni Pengguna YouTube dengan user name "guitar90" tapi dia bukanlah Lim Jeong-hyun, tapi orang tak dikenal yang kebetulan meng-upload video Lim,dan mengaku Canon In D Rock sebagai karya aransemennya. tapi hal Ini telah diperjelas dalam wawancara yang terakhir.

Rabu, 16 April 2014

Cara Membuat Musik Garuda di Dadaku Dengan FL Studio

Cara Membuat Musik Dengan FL Studio
Anda suka musik? Anda harus mencoba yang satu ini, Cara Membuat Musik Garuda di Dadaku Dengan FL Studio.

Dengan tidak sesuai dengan judul, saya akan berbagi project yang dibuat dengan sangat sederhana, dengan tool yang sudah tersedia di FL Studio anda, tanpa plugin dan suara tambahan.

Tinggal download lalu menambahkan effect atau merubah musiknya.

Download 6 KB : Netral - Garuda di dadaku FL Studio Project